Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sabtu, 27 Februari 2010

10 PENYAKIT MENTAL MANUSIA


1. MENYALAHKAN ORANG LAIN

Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan.

Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di

pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan

adalah : Siapa nih yang nyantet ? Selalu "siapa" Bukan "apa"

penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu

"apa" sebabnya, bukan "siapa". Jadi kalau kita berpikir

menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai

koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas.

Kekanak-kanakan. Kenapa ?

Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada

piring yang jatuh,"

Adik tuh yang salah", atau " mbak tuh yang salah". Anda pakai

celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia

yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya

sesuatu.

2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI

Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu.

Anda pernah mengalaminya ? Kalau anda bilang tidak pernah,

berarti anda bohong. "Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan,

dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh.

Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu

banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh". Penyakit ini seperti

kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa

mencapai "improper guilty feeling".

Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan,

berani bilang "Saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb".

Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior,

kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan

keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga

keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya

sesuatu lebih yang kita tidak punya.

3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA

Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak

jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan

milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara

tertulis.

Ilustrasinya kayak gini : Ada anjing jago lari yang sombong. Apa

sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya.

Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik.

Temannya bilang: "Nah tuh ada kelinci, kejar aja". Dia kejar itu

kelinci, wesss...., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot

ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli

apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar.

Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain.

"Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar.

Katanya lu paling kencang".

"Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya

untuk fun aja sih".

Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", isi waktu aja, ya

hasilnya cuma terengah-engah saja.

4. MEMPUNYAI "GOAL", TAPI NGAWUR MENCAPAINYA

Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya

salah, fokus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga

salah.

Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan

emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda

ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan

seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan

ditanya. Jawabnya :

Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.

5. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT

Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan

pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya,

real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita

menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya

dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis

Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan

smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang

leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu

tangkis. Nggak ada ! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta,

dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh ?

Nggak mungkin !. Karena hal itu melawan kodrat.

6. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU

SANTAI

Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus

mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk

dapat take- off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam.

Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya cuma ngabis-ngabisin

avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus

anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off,

malah nyungsep iya. Iya kan ?

7. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL

Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil

nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar,

pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja.

Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan

orang kecil.

8. TERLALU CEPAT MENYERAH

Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan

mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi

berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa

diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.

9. BAYANG BAYANG MASA LALU

Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa ?

Kita selalu penuh memori kan ? Apa yang kita lakukan, masuk

memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah

kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani

untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3.

Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak

Terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif.

Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju

ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus.

"Waktu" itu maju kan ?.

Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik ?? Nggak ada

kan ?

Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun

harus jatuh, pasti

ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu

memori negatif yang menghalangi kesuksesan.

10. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU

Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan

itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus

berhenti, nggak kemana-mana lagi.Sudah puas dengan sukses

kecil tersebut.

Napoleon pernah menyatakan: "Saat yang paling berbahaya

datang bersama dengan kemenangan yang besar".

Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk

kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil,

karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh.

Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.


Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "10 PENYAKIT MENTAL MANUSIA"

Posting Komentar