Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Jumat, 19 Februari 2010

AYAH

Seorang ayah yang sangat mengasihi anak laki-lakinya, mengikat tubuh mereka rapat-rapat, agar kekasih hatinya yang mengantuk itu tetap berada sedekat mungkin dengan tubuhnya.

Sebuah pemandangan yang melembutkan hati. Kadang oarng atau tepatnya anak selalu merindukan hal seperti ini. tapi ternyata kadang itu hanya sebuah mimpi. Aku dan mungkin semua orang diluar sana yang berjuang demi ketulusan hati akan mengatakan bahwa tidak akan ada yang pernah bisa merenggut kekasih kia, keluarga kita. ya, kekasih kita adalah keluarga kita.



Keluarga adalah kehidupan kita yang sebenarnya. Tidak ada siapa pun yang bisa disebut berhasil, jika dia tidak membahagiakan keluarganya. Tidak ada satu orang pun bisa melepaskan kebahagiaannya dari kebahagiaan keluarganya, tanpa menjadikan apa pun kesenangannya sebagai kesenangan sementara yang semu dan yang menyesatkan.

Sebagai anak, apakah kita bisa disebut berhasil tanpa membahagiakan dan membanggakan orang tua? Sebagai orang tua, apakah kita bisa disebut berhasil tanpa membahagiakan dan menghebatkan anak-anaknya?


Tetapi, lebih sering daripada tidak, kita diganggu oleh beragamnya pilihan prioritas yang saling menarik dan bahkan mengeluarkan kita dari pekerjaan dan pergaulan yang membesarkan, menguatkan, dan meninggikan.

Tetapi, jika kita berketapan kuat untuk memihakkan diri dan upaya kita kepada hakekat-hakekat yang baik, kita akan dipelihara dalam pekerjaan dan pergaulan baik, dan dibahagiakan dalam keluarga yang sejahtera dan penuh kasih.

Kita akan dibebaskan dari kekhawatiran dan ketakutan yang sering berlaku seperti mimpi buruk di siang hari. Maka akan indah sekali, jika kita bisa mengatakan dengan ketulusan yang murni - kalimat-kalimat yang lembut dan peka ini:


Dalam akal ku yang sekarang terbebas dari mimpi buruknya, aku melihat bahwa pengertianku adalah jalan besar menuju kebahagiaanku.

Dan dalam pengertianku yang lebih menerima, aku tahu bahwa keterbukaan hati adalah satu-satunya jalan menuju kebahagiaan.

Jika ketertarikanku adalah mengupayakan kegembiraan, kedamaian, dan kesyukuran dalam keseharian hidupku, maka tumbuhlah kebahagiaanku.

Dan yang ini kuyakini dengan keutuhan yang sempurna, bahwa

Dalam kebahagiaan seperti itulah aku dimuliakan, kekasihku dimuliakan, dan keturunanku dimuliakan.

Tuhanku Yang Maha Mulia tidak akan memalingkan wajah penuh kasih-Nya dariku, jika aku menghadapkan wajahku kepada-Nya dengan penyerahan total dari kehidupanku dan semua isinya sampai akhir dari kehidupanku.

Karena dengannya bukan hanya aku tidak akan pernah mati, tetapi jiwaku yang berbahagia akan hidup dalam sepanjang-panjangnya usia kebaikan yang ku bangun dalam kehidupanku di dunia, yang menjadi pengindah kehidupanku di surga.


Mudah-mudahan diperjalanan waktu nanti, ada yang tidak memperpanjang penantian kita bagi kemampuan yang besar untuk membahagiakan keluarga kekasih kita.

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "AYAH"

Posting Komentar