Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Rabu, 14 April 2010

RINDU PELIPUR LARA

Ini hari
pun nanti
aku tetap masalalu

hidup ini masih merasai
karena hati masih melekat disini
tak hanya sekedar mengingat
tapi perasaan syahdu yang khidmat
tentang rindu yang teramat sangat

hei sebatang pena
kaulah kawanku malam ini
temaniku tuliskan kisah abadi
karna keringatku tlah lama diseka
airmatapun habis sudah
yang tersisa hanyalah tinta mati
dari ceceran darah pengorbanan yang mengering

dibawah bias lampion dari rembulan
bagaimanakah si dia malam ini
adakah lelap pejam sekarang
ataukah sedang dirundung bingung
pikirkan tentangku tentang bintang yang jauh

wahai kesatria fajar
segera singkap pakaian jirahmu
kemelut sepi sudah usai
bawakan aku secawan embun murni
bukan untuk ku reguk
tapi ingin ku tulis di lembaran cakrawala
agar raut pucat langit tak terlihat
ketika ia mewajahi cerita bumi
selagi nafasku masih menyatu dengan angin utara
selagi mataku masih dapat saksikan matahari terbit dari timur
selagi tempurung kepalaku masih dapat sujud ke barat
selagi langkahku mampu melintasi samudra selatan
ingin ku sempatkan pesan wasiat
tentang rinduku yang sedang sekarat
belulang, gigi dan kuku yang utuh
inilah kelak harta pusakaku
jika saja ruhku dapat menggenggam
kan ku cabut hasta dan rambutku
lalu ku jadikan kuas
melanjutkan tentang harapan dan sepenggal cerita
dari risalah rindu yang tak dapat tersampaikan
agar sukmaku tak penasaran

tinta Rokib Atib tlah habis
ku lanjutkan cerita ini
bersama Munkar Nakir
kuketuk pintu surga Ridwan
yang di huni bidadari jelmaan kekasih
kekasih yang ku rindu

(setia tanpa kata)

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "RINDU PELIPUR LARA"

Posting Komentar