Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Kamis, 06 Januari 2011

Menilik Gagasan Dari Kepemimpinan Baru


Momentum pergantian tahun bsa jadi menjadi awal baru untuk mulai merevolusi capaian di tahun selanjutnya. Tak berbeda dengan gerakan mahasiswa, maka setiap tahun pula terjadi PEMIRA yang menandakan pula pergantian pengurus di seluruh lembaga gerakan mahasiswa baik ditingkat universitas, fakultas maupun jurusan.


Membahas tentang pergantian pengurus maka pada tanggal 3 Januari 2010 di Gedung Kuningan Jurusan Ilmu Tanah UGM dilakukan sebuah penetapan dari prosesw panjang Musyawarah Besar untuk menentukan banyak ranah sosial politik. Penetapan tentang pergantian pengurus baru dari Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah (KMIT) UGM ini melantik 17 pengfurus baru dengan ranah kinerja yang agak berbeda dengan struktur kepengurusan yang lama dibawah kepemimpinan Satria Wahyu Anggita.


Bintang Sukma M yang terpilih sebagai Ketua KMIT UGM periode 2011-2012 dari hasil PEMIRA fakultas memberikan tawaran-tawaran perubahan untuk kepemimpinannya. Sebagai lembaga yang mengfatasnamakan kekeluarga maka proses pengajuan gagasan pun harus dikonsolidasikan dengan baik dengan seluruh anggota maka Musyawarah Besar yang dilaksanakan hampir satu minggu tersebut memberikan pencerahan akan kepemimpinan tahun ini.


Kepemimpinan KMIT UGM

Barangkali pandangan pesimistis tentang keahlian-keahlian kepemimpinan ini telah menyebabkan munculnya banyak ketidakpercayaan terhadap pemimpin. Kalau ini dibirkan maka akan memberikan efek yang kurang baik atas lembaga kekeluargaan maka jelas bahwa pemimpin harus memebrika suporting system yang baik agar lembaga ini tidak kehlangan nafas kekeluargaanya. Sebagai pemimpin maka terdapat nasehat tentang siapa yang harus ditiru dan meniru, apa yang harus diraih (kedamaian jiwa), apa yang harus dipelajari (kegagalan), apa yang harus diperjuangkan (karisma), perlu tidaknya pendelegasian, perlu tidaknya berkolaborasi, kualitas-kualitas pribadi dari kepemimpinan (integritas), bagaimana meraih kredibilitas (bisa dipercaya), bagaimana menjadi pemimipin yang otentik (temukan pemimpin dalam diri). Peter Drucker mengatakan bahwa : "pondasi dari kepemimpinan yang efektif adalah berpikir berdasar misi organisasi, mendefinisikannya dan menegakkannya, secara jelas dan nyata”.


Posisi KMIT UGM

Sebagai lembaga yang mengangkat kekeluargaan tetap saja ranah sosial politik haruslah ada. Tantangan yang dihadapi pengurus baru tidak hanya pada tataran internal saja namun aspek eksternal harus kemudian dipikirkan. Dalam tataran internal maka KMIT UGM harus mampu memberikan ranah positif dan mengayomi seluruh anggotanya tidak hanya secara kultural kegiatan namun juga pada tataran sosial kekeluargaannya. Krisis ketidakpercayaan dan pemberian mosi yang mengatasnamakan kekecewaan haruslah dirubah dan diberikan proses transparansi antara pengurus dan anggota sehingga komunikasi antara sosial kolektif akan terbangun dengan baik. Melihat tantangan zama maka KMIT UGM harus kemudian menjawabnya dengan memberikan banyak tawaran kepada anggota terkait dengan kegiatan. Mahasiswa dihadapi dengan arus yang serba bisa, maka pertama pengurus haruslah merupakan representasi mahasiswa yang ideal. Kedu, pengurus harus mampu mengakomodir keinginan anggota dengan melakukan kegiatan yang variatif tidak saja pada tataran keahlian profesi namun juga pada tataran yang menyangkut keahlian global.


Membahas tentang tatran eksternal maka banyak yang harus dianalisis. Pertama bagaimana kemudian KMIT bisa menjadi bagian dari rekonsiliasai gerakan mahasiswa dengan segala upaya agar gerakan mahasiswa kembali menunjukan eksistensinya khusnya dengan konsolidasi yang baik dengan lembaga yang ada di fakultas. Kedua, mampu kemudian secara koordinatif saling menjaga keharmonisan anatar lembaga yang ada difakultas. Ketiga, peran hubungn masyarakat juga harus mampu menjaga hubungan dengan alumni karena bisa saja posisi alumni di sini memiliki nilai tawar yang lebih atas pembuatan kebijakan. Keempat, KMIT harus mampu menjaga hubungan profesi dengan himpunan mahasiswa ilmu tanah selureuh indonesia sebagai upaya peningkatan jaringan. Kelima, sebagai lembaga kekeluargaan maka sangat bijak apabila KMIT juga membuka diri terhadap seluruh mahasiswa pertanian untuk mendapatkan banyak masukan. Tawaran diatas setidaknya mampu memberikan bargaining potition dan image positif bagi KMIT sendiri.


Platform yang harus dibawa KMIT UGM

Platform disusun sebagai kerangka berpijak dan landasan bergerak yang menunjukkan jatidiri perencanaan arah KMIT UGM. Platform ini merupakan garis-garis besar turunan dan penjabaran visi dan misi KMIT UGM periode yang baru . Turunan dan penjabaran tersebut mencakup persoalan-persoalan internal kelembagaan, pembelaan hak-hak mahasiswa, rekonsiliasi elemen dan jaringan mahasiswa, opini publik, dan peranan lembaga dalam konteks sosial.


Jelas sekali bahwa platform merupakan langkah tepat yang harus dimiliki sebuah organisasi dan kepengurusan yang baru. Platform yang nantinya akan memberikan arah gerak positif bagaimana lembaga ini akan dibangun dan merekonstruksi seluruh elemen didalamnya untuk berpikir pada terciptanya platform tersebut. Platform juga akan memberikan dampak positif dan tanggungjawab kepada pengurus dsan anggota untuk kemudian mensuukseskan arahan tersebut.


Ketika pembuatan platform maka pengurus setidaknya harus melihat beberapa arahan mulai dari landasan yuridis, sosiologi dan ideologis dari KMIT UGM sendiri. Selain itu harus diperhatikan pula bahwa kultur (budaya0 KMIT dan sebgala aspek yang tidak sesuai dengan ideolofgi KMIT harus mulai drubah. Arahan tersebut juga tidak luput dari adanya AD/ART serta GBHK sendiri. Membahas platform maka harus ada beberapa yang dibahas didalamnya. Mulai dari visi, misi, agenda perjuangan dan arah gerak. Dengan adanya platform maka arah gerak kita akan lebih jelas, lebih transparan dan harapanya lebih progresif.


Susunan Pengurus KMIT UGM 2011

Telah disinggung diatas bahwa ada beberapa perubahan atas kepengurusan tahun ini, maka sebagai fungsi transparansi dan kontrol terhadap mahasiswa umum berikut penulis lampirkan susunan pengurus KMIT UGM periode 2011-2012 :

Ketua : Bintang Sukma M (2008)

Sekretaris Jendral : Riko Cahya Putra (2008)

Sekretaris I : Elok Amalia (2008)

Sekretaris II : Iswanjana Hari Adi (2009)

Bendahara I : Lisa Saraswaty (2008)

Bendahara II : Dyah Ayu A (2009)

Kepala Departemen Minat Bakat : Friztya Basma Yusa (2008)

Kepala Divisi Seni dan Olah Raga : Saeful Huda Rijaludin (2008)

Kepala Divisi Publikasi : Muh. Abdul Aziz (2008)

Kepala Departemen Keilmuan : Danang Setyawan (2008)

Kepala Divisi Survei : Danang Setia Handita (2009)

Kepala Divisi Forum Ilmiah : Teguh Aruma Liasari (2009)

Kepala Departemen PSDM : Tiara Wulan (2008)

Kepala Divisi PPO : Abraham Hahijary (2008)

Kepala Divisi Kesma : Didanda Argha (2009)

Kepala Departemen HUMAS : Angga Rieskiyanto (2009)

Sebagai sebuha lembaga maka fungsi publikasi (tranparansi) sangatlah penting untuk menjadikan kontrol sosial bagi lembaga tersebut. Maka dari itu, tulisan ini harapanya bisa menjadikan bukti transparansi pada kepengurusan baru KMIT UGM. Selamat menjalankan tugas dan amanah ini. Semoga bisa memberikan banyak perubahan pada kepemimpinan tahun ini.


“... rakyat itu badan dan jiwa bangsa. Dan rakyat itulah yang menjadi ukuran tinggi rendah derajat kita. Dengan rakyat kita akan naik dan dengan rakyat kita akan turun. Hidup atau matinya Indonesia Merdeka semuanya itu tergantung kepada semangat rakyat. Penganjur-penganjur dan golongfan terpelajar baru ada berarti, kalau di sampingnya ada rakyat yang sadar dan insaf akan kedaulatan dirinya”. Muhammad Hatta “ Kebangsaan cap-rakyat”




*

Mahasiswa Jurusan Ilmu Tanah UGM Angkatan 2009

Kepala Departemen Hubungan Masyarakat KMIT UGM 2011


Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "Menilik Gagasan Dari Kepemimpinan Baru"

Posting Komentar